Tuesday, 8 October 2013

Menanti Angin Part I




Aku disini dengan do’a-do’aku tentang apa yang kuhendaki darimu.
Mencoba memahami apa yang sedang kau lakukan terhadapku
Kuteliti satu demi satu setiap ucapan dan tulisanmu serta pesan-pesan rahasiamu.
Aku memikirkanmu hampir setiap saat, bahkan tiap aku terbangun dari tidur, aku tambah bersemangat ketika kutemui sifat apa yang dianjurkan Islam melekat pada dirimu sebagai makhluk, juga sebagai wanita.

Aku bukannya tidak menyadari bahwa kekagumanku berlebihan dalam memandang dirimu yang belum begitu lama kukenal, bahkan kita kenalpun bukan secara langsung melihat keseharianmu. Tapi ternyata tidak pernah kutemukan ketidak cocokan antara perasaan dan akalku dalam mengukurmu. Mungkin saja ini karena kamu belum memperkenalkan kekuranganmu, apapun itu aku tak peduli…kamu sudah membuktikan kebijaksanaanmu mengawal nafsu dan kecerdasanmu menahan amarah terhadapku. Bahkan kau tidak melukaiku disaat kamu mampu melakukannya…
Aku yakinkan pada diriku sendiri seperti affirmasi yang sering kulakukan bahwa Tuhan mengambilmu hanya untuk sementara waktu saja sampai kita benar-benar cukup mampu untuk menerima dan mensyukuri apa yang akan terjadi nanti dihidupku atau di hidupmu,,,,atau dikehidupan kita?

Kini aku merasa tenang, bersyukur dan lebih mengagumi serta berterimaksaih kepadamu, karena jalan yang kau tempuh benar-benar sangat-sangat membawa kebaikan untuk kita, terutama untuku yang lemah mengawal nafsu, hanya karena bisikan setan untuk terus merayumu.
Bukan !!!,,,sekali lagi kutegaskan kepadamu, aku bukan sedang merayumu ! Aku bahkan sudah tidak berani menggodamu dan aku juga tidak peduli dengan keinginanku, yang terpenting adalah apa yang menyenangkan hatimu, itu saja! Aku hanya bisa tetap peduli, dan itu sulit kau cegah, dan sepertinya tidak akan berubah sampai Tuhan menunjukan jalan kebenaran lain.

Sudah jadi keputusanku untuk menjumpaimu setelah kepulanganku nanti, itu pasti terjadi. Aku masih memiliki kesempatan, sebelum ada orang lain yang meminangmu, ini tujuan hidupku dalam 7 bulan kedepan, in sya Allah jika aku masih hidup.
Mulai dari sekarang tak peduli apa yang kau lakukan aku akan tetap menyukaimu. Tak peduli apa yang kau perbuat aku akan memaafkanmu. Untuk semua alasan karena kau sudah bertahan hidup.

Menunggu angin
3 Dzulhizah 1434 H

No comments:

Post a Comment