Mencoba
memahami apa yang sedang kau lakukan terhadapku
Kuteliti satu demi satu setiap ucapan dan tulisanmu serta pesan-pesan rahasiamu.
Kuteliti satu demi satu setiap ucapan dan tulisanmu serta pesan-pesan rahasiamu.
Aku
memikirkanmu hampir setiap saat, bahkan tiap aku terbangun dari tidur, aku
tambah bersemangat ketika kutemui sifat apa yang dianjurkan Islam melekat pada
dirimu sebagai makhluk, juga sebagai wanita.
Aku bukannya
tidak menyadari bahwa kekagumanku berlebihan dalam memandang dirimu yang belum
begitu lama kukenal, bahkan kita kenalpun bukan secara langsung melihat
keseharianmu. Tapi ternyata tidak pernah kutemukan ketidak cocokan antara
perasaan dan akalku dalam mengukurmu. Mungkin saja ini karena kamu belum memperkenalkan
kekuranganmu, apapun itu aku tak peduli…kamu sudah membuktikan kebijaksanaanmu
mengawal nafsu dan kecerdasanmu menahan amarah terhadapku. Bahkan kau tidak
melukaiku disaat kamu mampu melakukannya…
Aku yakinkan pada diriku sendiri seperti affirmasi yang sering kulakukan bahwa Tuhan mengambilmu hanya untuk sementara waktu saja sampai kita benar-benar cukup mampu untuk menerima dan mensyukuri apa yang akan terjadi nanti dihidupku atau di hidupmu,,,,atau dikehidupan kita?
Aku yakinkan pada diriku sendiri seperti affirmasi yang sering kulakukan bahwa Tuhan mengambilmu hanya untuk sementara waktu saja sampai kita benar-benar cukup mampu untuk menerima dan mensyukuri apa yang akan terjadi nanti dihidupku atau di hidupmu,,,,atau dikehidupan kita?
Kini aku
merasa tenang, bersyukur dan lebih mengagumi serta berterimaksaih kepadamu,
karena jalan yang kau tempuh benar-benar sangat-sangat membawa kebaikan untuk
kita, terutama untuku yang lemah mengawal nafsu, hanya karena bisikan setan
untuk terus merayumu.
Bukan !!!,,,sekali
lagi kutegaskan kepadamu, aku bukan sedang merayumu ! Aku bahkan sudah tidak
berani menggodamu dan aku juga tidak peduli dengan keinginanku, yang terpenting
adalah apa yang menyenangkan hatimu, itu saja! Aku hanya bisa tetap peduli, dan
itu sulit kau cegah, dan sepertinya tidak akan berubah sampai Tuhan menunjukan
jalan kebenaran lain.
Sudah jadi
keputusanku untuk menjumpaimu setelah kepulanganku nanti, itu pasti terjadi.
Aku masih memiliki kesempatan, sebelum ada orang lain yang meminangmu, ini
tujuan hidupku dalam 7 bulan kedepan, in sya Allah jika aku masih hidup.
Mulai dari
sekarang tak peduli apa yang kau lakukan aku akan tetap menyukaimu. Tak peduli
apa yang kau perbuat aku akan memaafkanmu. Untuk semua alasan karena kau sudah
bertahan hidup.
Menunggu angin
3 Dzulhizah
1434 H

No comments:
Post a Comment