Saturday, 26 October 2013

Dream # 7


Dream # 7

20 Oktober, sudah lewat tengah malam ternyata aku tidak bisa melaksanakan niatku untuk segera tidur, kembali seperti biasa aku melakukan afirmasi, meyakinkan diriku sendiri bahwa dirimu  adalah wanita terbaik yang dikirim Tuhan untuk menemani dan melayaniku, memberi sinyal energi positip ke alam semesta agar getarannya sampai ke tempat dimana dirimu berada, yang jauhnya mencapai ribuan mill….memohon kepada pemilik hatimu, yang Maha Membolak-balikan setiap qalbu manusia; kusebut namamu berkali-kali disela-sela setiap dzikirku menjelang tidur, mendo’akan  dirimu agar selalu dilindungi dan terjaga;  karena sejatinya kepandaian dirimu dalam menjaga kehormatan dirimu sendiri adalah harapanku disaat nanti kita dipertemukan oleh garis takdir nanti. Namamu tidak asing lagi bagi lidahku. Namun kali ini sepertinya agak berlebihan aku memvisualisasikan kehadiranku ditempat dirimu tinggal, hingga tak terasa waktu menunjukan hampir jam 4 subuh dan lalu akhirnya aku tertidur dan imajinasiku terbawa mimpi, ya… ini adalah kali ke-7 aku memimpikan dirimu, sosok wanita yang akhir2 ini lebih sering kusebut namanya dibanding ibuku sendiri, he2x! yang jelas tidak sampai melebihi panggilanku terhadap Tuhan, karena ada saat-saat dimana kusebut Tuhan, tetapi dirimu tidak kusebut.




Dream Part One…
Aku mendatangi rumahmu, setibanya aku disana aku disambut oleh seorang laki-laki tua, tetapi tak kutemui dirimu disana, laki-laki itu mengaku sebagai pamanmu dan mengatakan bahwa kau tinggal di tempat kamu bekerja, lalu aku minta ijin untuk menginap karena tujuanku bertemu denganmu belum kesampaian, tiba-tiba ada seorang gadis kecil menghampiriku dan berniat memberikan nomer hape kamu, tetapi seorang wanita tua melarangnya, dan mengatakan “biar saja simbah yang nelfon Faiz, nanti simbah akan menyuruh dia pulang dan menemuiku, biar sekarang mas istirahat saja dulu…’’. 
Lalu aku terbangun dari mimpi oleh bunyi alarm di hapeku, aku langsung terbangun, entah kenapa aku mendadak malas bangun, aku langsung memikirkan dirimu dan berpikir ‘’mungkin kalo aku tidur lagi mimpinya bisa berlanjut’’ dan benar saja aku bermimpi lagi~!!! Aneh bukan?



Dream Part Two…
Aku sudah tidak melihat keluargamu lagi, hanya ada sekumpulan orang muda yg menawarkan jasa untuk membantuku menemukan dirimu, seorang pemuda pemilik bengkel dan beberapa ibu-ibu dan seorang gadis kecil berpakaian seragam sekolah, semuanya tampak ramah, mereka tahu persis tujuanku datang ke Jogja tanpa kuingat kapan aku pernah menceritakan tujuanku kesana, gadis kecil itu menghampiriku dan memberikan jaket warna hitam dan menyuruhku memakainya lalu aku disuruh merogoh saku jaket itu, di dalam saku jaket itu ada secarik potongan kertas yang bertuliskan nomer hape tanpa ada tulisan nama disana, aku menangkap isyaratnya, lalu aku telfon nomer itu dengan perasaan nano-nano; perasaan takutku kalah oleh perasaan rinduku terhadap dirimu, tidak lama setelah 3x terdengar bunyi nada sambung, telfonnya diangkat, suara wanita terdengar begitu halus dan kukenali siapa orang dibalik suara itu,,, ‘’’hallo…hallo…’’,,, tiba-tiba kakiku terasa lemas, itu adalah suara dirimu, aku masih ingat dan tau persis karakter suaramu… badanku gemetar dan nafasku terasa sesak, aku tidak mampu membalas suara itu yang kulalukan hanya menarik nafas panjang seraya menahan sesuatu yang jika terjadi akan membuatku malu (pokonya mendung lah!)… ‘’hallo….assalamu’alaykum’’ Kembali suaramu lirih dan datar terdengar di hape jadulku dan karena tidak ada jawaban, lalu kau pun menutupnya. Aku kaget, ada semacam perasaan menyesal tidak menjawab salam kamu, dengan tergesa-gesa aku me-redial nomer tersebut hingga tak sengaja kertas tersebut robek jadi dua, namun sebelum tersambung tiba-tiba baterenya habis, padahal tak lama sebelum itu hapeku full battery,,,benar- benar aneh~! ku ambil hapeku yang satunya lagi hendak menelfon nomer itu lagi, ternyata tulisan di potongan kertas tersebut sudah tidak bisa dibaca dengan jelas lagi karena tadi kuremas-remas hingga terpotong jadi dua;  mendadak tulisannya kabur, aku merasa dongkol, jengkel, dan marah-marah gak karuan karena tidak bisa menghubungi nomer tsb lagi, sampai akhirnya aku terbangun,,,,
Terbangun kembali kedunia nyata, ke dunia dimana aku disini dengan do’a-do’aku dan kau disana dengan kehidupanmu sendiri yang tidak bisa kujangkau :’(
Wahai kekasih hatiku, aku tahu dirimu ada disana,,, aku tahu Tuhan akan menyampaikan harapanku ke telingamu, dan mungkin jika aku lulus dalam ujian ini do’aku akan sampai ke hatimu, kamu memang betul-betul gadis yang istimewa, jalan untuk mendapatkan dirimu begitu berat.
Tunggulah aku dibatas waktu, aku akan datang…aku pasti datang. Tidak ada keraguan bagiku atas dirimu.


Serawak, Oktober 2013

No comments:

Post a Comment