Dream # 7
20 Oktober, sudah lewat tengah malam ternyata aku tidak bisa
melaksanakan niatku untuk segera tidur, kembali seperti biasa aku melakukan
afirmasi, meyakinkan diriku sendiri bahwa dirimu adalah wanita terbaik yang dikirim Tuhan
untuk menemani dan melayaniku, memberi sinyal energi positip ke alam semesta
agar getarannya sampai ke tempat dimana dirimu berada, yang jauhnya mencapai ribuan
mill….memohon kepada pemilik hatimu, yang Maha Membolak-balikan setiap qalbu
manusia; kusebut namamu berkali-kali disela-sela setiap dzikirku menjelang
tidur, mendo’akan dirimu agar selalu
dilindungi dan terjaga; karena sejatinya
kepandaian dirimu dalam menjaga kehormatan dirimu sendiri adalah harapanku
disaat nanti kita dipertemukan oleh garis takdir nanti. Namamu tidak asing lagi
bagi lidahku. Namun kali ini sepertinya agak berlebihan aku memvisualisasikan
kehadiranku ditempat dirimu tinggal, hingga tak terasa waktu menunjukan hampir
jam 4 subuh dan lalu akhirnya aku tertidur dan imajinasiku terbawa mimpi, ya…
ini adalah kali ke-7 aku memimpikan dirimu, sosok wanita yang akhir2 ini lebih
sering kusebut namanya dibanding ibuku sendiri, he2x! yang jelas tidak sampai
melebihi panggilanku terhadap Tuhan, karena ada saat-saat dimana kusebut Tuhan,
tetapi dirimu tidak kusebut.
Dream Part One…
Aku mendatangi rumahmu, setibanya aku disana aku disambut
oleh seorang laki-laki tua, tetapi tak kutemui dirimu disana, laki-laki itu
mengaku sebagai pamanmu dan mengatakan bahwa kau tinggal di tempat kamu
bekerja, lalu aku minta ijin untuk menginap karena tujuanku bertemu denganmu
belum kesampaian, tiba-tiba ada seorang gadis kecil menghampiriku dan berniat
memberikan nomer hape kamu, tetapi seorang wanita tua melarangnya, dan
mengatakan “biar saja simbah yang nelfon Faiz, nanti simbah akan menyuruh dia
pulang dan menemuiku, biar sekarang mas istirahat saja dulu…’’.
Lalu aku terbangun dari mimpi oleh bunyi alarm di hapeku, aku
langsung terbangun, entah kenapa aku mendadak malas bangun, aku langsung
memikirkan dirimu dan berpikir ‘’mungkin kalo aku tidur lagi mimpinya bisa
berlanjut’’ dan benar saja aku bermimpi lagi~!!! Aneh bukan?
Dream Part Two…
Aku sudah tidak melihat keluargamu lagi, hanya ada sekumpulan
orang muda yg menawarkan jasa untuk membantuku menemukan dirimu, seorang pemuda
pemilik bengkel dan beberapa ibu-ibu dan seorang gadis kecil berpakaian seragam
sekolah, semuanya tampak ramah, mereka tahu persis tujuanku datang ke Jogja
tanpa kuingat kapan aku pernah menceritakan tujuanku kesana, gadis kecil itu
menghampiriku dan memberikan jaket warna hitam dan menyuruhku memakainya lalu
aku disuruh merogoh saku jaket itu, di dalam saku jaket itu ada secarik
potongan kertas yang bertuliskan nomer hape tanpa ada tulisan nama disana, aku
menangkap isyaratnya, lalu aku telfon nomer itu dengan perasaan nano-nano;
perasaan takutku kalah oleh perasaan rinduku terhadap dirimu, tidak lama
setelah 3x terdengar bunyi nada sambung, telfonnya diangkat, suara wanita terdengar
begitu halus dan kukenali siapa orang dibalik suara itu,,, ‘’’hallo…hallo…’’,,,
tiba-tiba kakiku terasa lemas, itu adalah suara dirimu, aku masih ingat dan tau
persis karakter suaramu… badanku gemetar dan nafasku terasa sesak, aku tidak
mampu membalas suara itu yang kulalukan hanya menarik nafas panjang seraya
menahan sesuatu yang jika terjadi akan membuatku malu (pokonya mendung lah!)…
‘’hallo….assalamu’alaykum’’ Kembali suaramu lirih dan datar terdengar di hape
jadulku dan karena tidak ada jawaban, lalu kau pun menutupnya. Aku kaget, ada
semacam perasaan menyesal tidak menjawab salam kamu, dengan tergesa-gesa aku
me-redial nomer tersebut hingga tak sengaja kertas tersebut robek jadi dua,
namun sebelum tersambung tiba-tiba baterenya habis, padahal tak lama sebelum
itu hapeku full battery,,,benar- benar aneh~! ku ambil hapeku yang satunya lagi
hendak menelfon nomer itu lagi, ternyata tulisan di potongan kertas tersebut
sudah tidak bisa dibaca dengan jelas lagi karena tadi kuremas-remas hingga
terpotong jadi dua; mendadak tulisannya
kabur, aku merasa dongkol, jengkel, dan marah-marah gak karuan karena tidak
bisa menghubungi nomer tsb lagi, sampai akhirnya aku terbangun,,,,
Terbangun kembali kedunia nyata, ke dunia dimana aku disini
dengan do’a-do’aku dan kau disana dengan kehidupanmu sendiri yang tidak bisa
kujangkau :’(
Wahai kekasih hatiku, aku tahu dirimu ada disana,,, aku tahu
Tuhan akan menyampaikan harapanku ke telingamu, dan mungkin jika aku lulus
dalam ujian ini do’aku akan sampai ke hatimu, kamu memang betul-betul gadis
yang istimewa, jalan untuk mendapatkan dirimu begitu berat.
Tunggulah aku dibatas waktu, aku akan datang…aku pasti
datang. Tidak ada keraguan bagiku atas dirimu.
Serawak, Oktober 2013


No comments:
Post a Comment