Thursday, 29 August 2013

Tentang Tawa dan Tangis Yang Menyatu


"tentang tawa dan tangis yg menyatu"

 

by SemiLir Thimoer Angiend (Notes) on Sunday, March 27, 2011 at 8:44pm



Hanya menangis sendiri disudut keramaian hati
Meneteskan air mata hanya demi kesakitan hati yg  tak kunjung terobati
Kepergiannya dari hati yg tak tau entah kapan akan kembali
Hanya perasaan smakin jauh dan jauh yg selalu mencoba menghantui setiap derap langkah dan semangat yg sudah susah payah Q dapatkan

Tapi haruskah aku merasa kehilangan??
Apakah aku bisa mLpakanY?

Diatas smua itu.aku msih slalu berusaha tersenyum mzki hatiku ngiLu(kayak sakid igigi)dan ngilu itu rasaY gak bisa terabaikan.dan bila ngiLu itu kambuh >>>>busshyeet dah rasanya…liyer…diri ini rasanya kembali melayang sdikit ke masa lalu-saat mengingat kenangan2 indah  yg kini super menyakitkan..saat  mengharapkan senyum sapanya di tiap2 hariku biar lebih full spirit yg sekarang sama skali gag kubiarkan smua itu “penting” buat aku. kayak pengen hilang ingatan(tp gag  dheenggg…..)kalo ilang ingatan ntar aku lupa sama wajahku yg imut ini gmn?? (hhhueeeekkzzz)
Astaghfirullahaladzim…..kucabut kata2Q,,

Trus kalo air mata menetes apa ya bisa truss ktawa-ktawa?mau liat suLe n the genk  tivi malah gag ada gambarY,(persis kayak dengerin radio)
_Sule siaran rame-rame di  kotak hitam tanpa gambar_. Hufffhhh

Tawa dan tangis memang unik. Aneh mreka yg bilang kalo nangis itu “cengeng” dan ktawa2 itu ’’wak2 an”(lebay).
Biarlah,,,,, yg penting gag cengeng n gak lebay ketawaY

“Disaat aku tertawa ,disaat itu pula aku menangis
Dan saat aku menangis, saat itulah aku tertawa
Tawa dan tangis adalah satu.
Bukan tawa sendiri bukan tangis sendiri
Meski  kadang ingin sendiri saat menangis.
Aku bisa tertawa dan menangis,tapi aku tak begitu hoby tertawa dan aku bukan cengeng.meski aku bukan cengeng aku tidak benci menangis,apalagi benci tertawa. Dan aku sama sekali tidak membenci keduanya.

Hmmm,,,
Hidup memang mengajarkan banyak hal,yg tak terhitung dan tak ternilai. Mengajarkan kita tertawa dan diam-diam mengajarkan menangis ketika datang  derita.
Tapi……
Jangan terus2an tertawa ketika  bahagia, dan jangan terus2an menangis ktika datang  derita. Kebahagiaan dan penderitaan itu berjalan bersama dan bersatu.
Sama persis seperti tawa dan tangis

Once Again…
Aku tidak pernah membenci tertawa, karna disaat aku tertawa disaat itu pula aku menangis.
Dan tidak pula aku akan membenci menangis, karna disaat aku menangis disaat itu pulalah aku tertawa…

Satu Tanya  terakhir,,tanpa merasa kehilangan dan tanpa berusaha melupakan.

Seperti apakah seorang hamba yg dipandang ridho?jawabannya adalah….
”bila baginya,Penderitaan sama menggembirakannya dengan anugrah”

Smoga Allah menjadikan diri kita Ridho mnerima stiap kehendak­-Nya..
Karna smua ketentuan hanya miLik Allah,,
amin
:)

1 comment: